Ajang Tokyo Game Show (TGS) 2025 menjadi panggung debut dua konsol PC gaming handheld terbaru hasil kolaborasi Asus dan Xbox, yaitu ROG Xbox Ally dan ROG Xbox Ally X. Kedua perangkat ini menarik perhatian pengunjung pameran berkat desain portabel yang memadukan estetika elegan dengan kekuatan hardware khas ROG. Bagi para gamer yang menantikan perangkat gaming mobile berperforma tinggi, duo konsol ini hadir dengan karakteristik yang sama-sama menggoda.
Desain Futuristik dan Kolaborasi Xbox-Asus
Sebagai produk hasil kolaborasi Asus ROG dan Xbox, kedua konsol PC gaming handheld ini mengusung desain ergonomis yang cocok untuk sesi permainan panjang. ROG Xbox Ally menampilkan warna putih bersih dengan sentuhan gaming khas ROG, sementara ROG Xbox Ally X hadir dengan warna hitam elegan yang memberi kesan premium. Desain keduanya memiliki dimensi serupa dengan ketebalan 27,5 hingga 50,9 mm, menampilkan lekukan khas perangkat gaming yang memudahkan genggaman. Perbedaan warna ini bukan sekadar kosmetik, melainkan juga simbol pembeda antara varian standar dan varian yang menawarkan spesifikasi lebih tinggi.
Bobot dan Kenyamanan Genggaman
Meski sama-sama ringkas, ROG Xbox Ally dan ROG Xbox Ally X memiliki bobot yang sedikit berbeda. Versi standar hadir dengan berat sekitar 670 gram, menjadikannya salah satu PC gaming handheld yang tergolong ringan di kelasnya. Sementara itu, Ally X memiliki bobot 715 gram, sedikit lebih berat namun tetap nyaman digenggam. Perbedaan bobot ini kemungkinan disebabkan oleh peningkatan spesifikasi internal pada Ally X yang membawa komponen lebih mumpuni.
Tampilan Layar dan Bezel
Kedua konsol PC gaming handheld ini sama-sama dibekali layar 7 inci yang memberikan pengalaman visual luas saat bermain game. Layar tersebut menampilkan resolusi tinggi yang cocok untuk menikmati game AAA dengan detail grafis memukau. Namun, satu catatan kecil yang ditemukan pengunjung TGS adalah bezel yang relatif tebal di sekitar layar.
Fitur Tombol Lengkap untuk Gamer Serius
ROG Xbox Ally dan Ally X hadir dengan susunan tombol yang dirancang untuk memanjakan para gamer. Pada sisi kanan dan kiri, tersedia joystick analog, tombol aksi ABXY, serta directional pad. Sebagai hasil kerja sama dengan Xbox, keduanya memiliki tombol khusus “X” yang memungkinkan pengguna langsung mengakses aplikasi Xbox dan melihat koleksi game. Selain itu, terdapat tombol Menu, Settings, serta trigger RT, RB, LT, dan LB, termasuk tombol trigger tambahan di bagian belakang untuk aksi khusus dalam game. ROG juga menambahkan lampu LED di sekitar joystick yang dapat disesuaikan sesuai preferensi pengguna atau aksi dalam permainan.
Port Konektivitas Lengkap
Untuk menunjang pengalaman gaming yang fleksibel, kedua perangkat dibekali port konektivitas yang lengkap. Tersedia USB-C, slot microSD, audio jack, speaker stereo, serta ventilasi udara yang membantu menjaga suhu perangkat tetap stabil selama permainan.
Baca Juga : Vivo V60 Lite 4G Resmi Meluncur dengan Snapdragon 685
Perbedaan Spesifikasi yang Mungkin Tersembunyi
Meskipun Asus dan Xbox belum merinci seluruh spesifikasi teknis secara resmi di TGS 2025, bobot yang lebih berat pada ROG Xbox Ally X mengindikasikan adanya perbedaan hardware. Varian “X” kemungkinan membawa peningkatan kapasitas baterai, sistem pendingin lebih baik, atau prosesor dan GPU yang lebih bertenaga dibandingkan versi standar. Peningkatan ini membuat Ally X menarik bagi gamer yang mengutamakan performa maksimal, meskipun harganya diperkirakan lebih tinggi.
Kenyamanan Penggunaan untuk Gaming Panjang
Salah satu keunggulan yang langsung terasa saat menggenggam kedua konsol adalah kenyamanan penggunaan untuk sesi gaming panjang. Tekstur grip yang lembut namun kokoh mencegah tangan cepat lelah, sementara posisi tombol telah dirancang agar mudah dijangkau.
Potensi Pasar dan Antusiasme Gamer
Kehadiran ROG Xbox Ally dan Ally X di TGS 2025 menunjukkan keseriusan Asus dan Xbox dalam meramaikan pasar PC gaming handheld yang semakin kompetitif. Perangkat ini akan menjadi pesaing langsung bagi Steam Deck, Lenovo Legion Go, dan ROG Ally generasi sebelumnya. Antusiasme pengunjung TGS menjadi bukti bahwa pasar gaming portabel terus berkembang, terutama di Asia yang memiliki basis penggemar game PC yang besar.













